Ayam arab
sebagai penghasil daging juga cukup
baik, doc jantan yang dipelihara sekitar 2-3 bulan dengan sentuhan pakan yang
baik sudah mampu mencapai bobot badan antara 4-5 ons. Warna kulit yang agak
kehitaman, dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung membuat daging
ayam ini kurang disukai oleh konsumen. Akan tetapi bagi sebagian peternak yang
kreatif, ayam arab ini dikawin silang dengan ayam kampung.
Ayam arab
sebagai penghasil telur juga cukup
baik. Telur ayam arab ini sesungguhnya dihasilkan oleh ayam petelur hasil
persilangan ayam ras lokal (leghorn) dan ayam arab. Ayam arab merupakan ayam pejantan asal Belgia yang kemampuan
reproduksinya tinggi, yakni 300 butir per tahun.
Gambar1.
Persilangan telur ayam Arab dengan Ayam Petelur
Gambar2.
Ayam Arab asli
Ayam arab
mudah dikenali dari warna bulunya. Ayam arab dapat dibedakan menjadi dua jenis
berdasarkan jenis bulunya yaitu jenis silver (berwarna putih mengkilap atau
orang menyebutnya perak) dan jenis gold (merah). Untuk jenis silver, bulu
sepanjang leher berwarna putih mengkilap, bulu punggung putih berbintik hitam,
bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekor dominan hitam bercampur putih.
Sedang jenggernya kecil dengan warna merah menyala dan mata hitam dengan
dilingkari warna kuning.
Ciri lain
ayam arab adalah pada saat umur satu minggu pejantan sudah tumbuh jengger.
Induk betina tidak mempunyai sifat mengeram dengan usia produktif sampai umur
1,5 tahun. Dengan pengelolaan yang baik, ayam ini bisa dipupuk sebagai sumber penghasilan
yang menguntungkan.
Sisi keunggulan ayam
arab antara lain:
·
Harga
DOC yang berfluktuasi, kadang lebih tinggi/rendah dibandingkan ayam kampung
biasa. Per Agustus 2008 harga doc 3.500/ekor sudah divaksin mareks.
·
Berat
telur berkisar antara 35-42,5 gram
·
Warna
kerabang telur bervariasi yaitu putih, kekuningan dan putih kecoklatan
·
Harga
induk tergolong tinggi (pullet mencapai harga Rp 40.000/ekor)
·
Konsumsi
pakan (FCR) relatif kecil karena termasuk tipe kecil
·
Daya seksualitas pejantan tinggi
·
Ayam
betina tidak mempunyai sifat mengeram, sehingga masa bertelurnya panjang
·
Bisa
dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras
Adapun sisi kelemahan ayam arab antara lain:
Adapun sisi kelemahan ayam arab antara lain:
·
Wama
kulit dan daging agak kehitaman sehingga harga jual masa remaja dan afkirnya
relatif rendah
·
Sifat
mengeram hampir tidak ada, sehingga butuh mesin tetas untuk menetaskan telurnya
atau menggunakan jasa ayam induk ayam kampung, enthok atau yang lainnya.
Bobot badan afkir
rendah yaitu sekitar 1 - 1,2 kg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar